RS Aisyiyah Terima Kunjungan Studi Banding RS. PKU Muhammadiyah Cepu

 

 

Untuk kali ketiganya RS ‘Aisyiyah Bojonegoro menjadi rujukan untuk studi banding dari rumah sakit jejaring Muhammadiyah sebagai persiapan untuk pelaksanaan Akreditasi. Setelah sebelumnya RSA telah menerima kunjungan studi banding dari RS Muhammadiyah Babat dan RS Muhammadiyah Tuban, kini RSA menerima kunjungan dari RS. PKU Muhammadiyah Cepu pada Rabu (08/11/2017).

Kunjungan ini sebagai persiapan RS. PKU Muhammadiyah Cepu untuk pelaksanaan akreditasi yang rencananya akan dilaksanakan awal tahun 2018.

Standar akreditasi merupakan upaya kementerian kesehatan menyediakan suatu perangkat yang mendorong rumah sakit senantiasa meningkatkan mutu dan keamanan pelayanan. Dengan menekankan bahwa akreditasi adalah suatu proses belajar, maka rumah sakit di stimulasi melakukan perbaikan yang berkelanjutan dan terus menerus.

Bertempat diruang komdis lantai IV gedung Bi’r Ali, tim akreditasi dari RSA dan tim berani akreditasi (sebutan tim akreditasi RS. PKU Muhammadiyah Cepu) berkumpul. Safety briefing oleh Ns. Herlin Yuliatin, S. Kep menjadi pembuka acara.

Dr. Budi Karyono selaku Direktur RS. PKU Muhammadiyah Cepu memberikan sambutannya. Beliau mengatakan kunjungannya ini dalam hal silaturrahim karena beliau sudah menganggap RSA sebagai kakak dan juga dalam rangka belajar mengenai kelengkapan dokumen akreditasi.

Direktur RSA, dr. Sudjarwanto sangat senang akan kunjungan studi banding RS. PKU Muhammadiyah Cepu. Beliau mengatakan studi banding seperti ini saling berbagi, apabila ada kelebihan di RSA diharapkan menjadi motivasi RS. PKU Muhammadiyah Cepu untuk tumbuh lebih baik, begitupun sebaliknya. “Semoga setelah studi banding disini Golnya menjadi lulus akreditasi paripurna, sehingga kita menjadi senang karena sharing diantara kami berhasil.” ucap beliau.

Iin Rahayu, wadir admin dan keuangan, menjelaskan paparan teknis kepada tim berani akreditasi, mulai dari hal-hal yang perlu dipersiapkan, pembentukan tim survey internal, survey simulasi, dan implementasi.

Dr. Pramono, wadir medis, memaparkan tentang 15 kriteria yang dinilai dan menjelaskan satu persatu 15 bab/pokja tersebut. “Kita sama-sama belajar, bukan karena kita lebih pintar, hanya saja kita mengalaminya lebih dulu.” tutur beliau.

Acara dilanjutkan dengan bimbingan dan diskusi kelompok. Kelompok dibagi menurut tim pokja masing-masing, dengan narasumber yang langsung menjelaskan dokumen terkait dari masing-masing pokja, setelah itu langsung survei lapangan.

Pemberian Kesan dan Pesan

Sebelum acara ditutup, tim berani akreditasi diberi kesempatan untuk memberi kesan dan pesan.

Mereka mengatakan setelah dapat bimbingan dari masing-masing pokja dari RSA, menjadikan mereka semakin tahu apa yang harus disiapkan untuk menghadapi akreditasi nanti.

Dr. Irianto, wadir medis RS. PKU Muhammadiyah Cepu mewakili tim berani akreditasi mengucapkan banyak terima kasih karena banyak ilmu yang telah didapatkan dan diharapkannya nanti kedepan diberi kemudahan dalam menghadapi akreditasi secara paripurna. Beliau juga mengharapkan hubungan RSA dengan RS PKU Muhammadiyah Cepu tidak terputus hari ini saja, tetapi tetap berkesinambungan agar bisa sharing untuk saling belajar.

“Mari kita menyatukan hati, menyatukan pikiran, tidak ada yang merasa paling benar, paling pintar agar menjadi tim yang solid. Disitulah keindahan rumah sakit kita muncul. Agar suasana kerja menjadi nyaman dan bahagia.” tambah dr. Sudjarwanto.

Kemudian acara ditutup dengan penyerahan cendramata dari RS. PKU. Muhammadiyah Cepu kepada RSA kemudian dilanjutkan foto bersama.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *