PENGGUNAAN OBAT YANG BENAR

Oleh : Novitri W, S. Farm, Apt

DA GU SI BU

OBAT . . . . . .

MADU atau RACUN ?

  • Dalam pengobatan, obat dapat digunakan untuk pencegahan, penyembuhan, pemulihan, dan peningkatan kesehatan.
  • Namun obat adalah senyawa kimia yang dapat bekerja sebagai racun, sehingga obat harus digunakan dalam dosis yang tepat dan dengan cara yang benar.

AGAR OBAT MEMBERIKAN MANFAAT DAN KEAMANAN BAGI ANDA

  1. Dapatkan Obat Dengan Benar
  2. Gunakan Obat Dengan Benar
  3. Simpan Obat Dengan Benar
  4. Buang Obat Dengan Benar

Dapatkan Obat Dengan Benar

  • Obat dapat diperoleh masyarakat dari sarana pelayanan kefarmasian yaitu:
    • Apotik
    • Toko obat berijin
    • Rumah Sakit
    • Puskesmas

dengan memperhatikan ketentuan perundang-undangan

  • Pada waktu menerima obat perlu dilakukan:
    • Pemeriksaan penandaan kemasan obat.
    • Pemeriksaan kualitas kemasan

Penggolongan Obat

Obat bebas (Berlogo Hijau) :

  • Dapat dibeli tanpa resep
  • Di apotik & toko obat berijin

Obat bebas terbatas (Berlogo Biru) :

  • Dapat dibeli tanpa resep
  • Di apotik & toko obat berijin

Obat keras (Berlogo Merah):

  • Harus dengan resep
  • Di apotik

Psikotropika:

  • Harus dengan resep
  • Di apotik

Narkotika:

  • Hanya dengan resep
  • Di apotik

Penandaan Kemasan Obat

  • Nama obat dan/atau merek dagang
  • Nama produsen
  • Komposisi obat
  • Tata cara penggunaan
  • Peringatan/ Efek samping
  • Batas kadaluarsa
  • Nomor batch
  • Penandaan gologan obat
  • Nomor registrasi obat

Pemeriksaan Kualitas Kemasan

  • Segel obat: segel obat palsu biasanya tidak rapi.
  • Keutuhan kemasan: kemasan obat palsu biasanya tidak utuh, rusak, atau bocor
  • Desain kemasan: desain obat palsu biasanya berbeda dari produk asli dalam hal warna, gambar, ukuran huruf, dan logo.
  • Kualitas printing: kualitas printing obat palsu biasanya lebih pudar
  • Kerapian kemasan: kemasan obat palsu biasanya kurang rapi termasuk dalam memotong dan melipat brosur

Gunakan Obat Dengan Benar

Sebelum menggunakan obat:

  1. Pastikan obat yang akan digunakan sudah betul.
  2. Pastikan obat masih baik.
  3. Baca peringatan dalam kemasan.
  4. Pastikan apakah obat bisa langsung digunakan atau

ada hal tertentu yang harus dilakukan dulu

a.l. dilarutkan dulu dalam air,

  1. Gunakan obat sesuai ketentuan.

Informasi Umum (lanjutan)

  • Sebaiknya tidak melepas etiket dari wadah obat karena pada etiket tercantum cara penggunaan obat dan informasi penting lainnya.
  • Sebaiknya tidak mencampur berbagai jenis obat dalam satu wadah.
  • Hindari menggunakan obat orang lain walaupun gejalanya tampak serupa.
  • Tanyakan kepada apoteker atau petugas kesehatan untuk mendapatkan informasi penggunaan obat yang lebih lengkap.

Informasi Khusus

  • Obat oral dalam bentuk padat (tablet, kaplet, kapsul, tablet salut) umumnya dapat ditelan utuh dengan bantuan air minum.
  • Beberapa obat oral padat perlu perlakuan khusus misalnya:
    • Tablet kunyah: harus dikunyah dulu sebelum ditelan
    • Tablet buih (effervescent): dilarutkan dalam segelas air
    • Tablet hisap : diletakkan di rongga mulut dan dihisap
    • Tablet sublingual: ditaruh di bawah lidah dan tidak untuk ditelan
  • Obat oral dalam bentuk cair (sirup) dikocok dahulu sebelum diminum.

Setelah Menggunakan Obat

  • Perhatikan:

Apakah timbul gejala khusus misalnya mengantuk, gatal, perih lambung, pusing dll.

Bila ya, segera hubungi tenaga kesehatan terdekat

  • Kembalikan obat ke tempatnya semula.

Simpan Obat Dengan Benar

  • Jauhkan obat dari jangkauan anak.
  • Simpan obat dalam kemasan asli dan dalam wadah tertutup rapat. Label jangan dilepas karena berisi aturan pemakaian.
  • Simpan obat di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung atau sesuai petunjuk yang tertera dalam kemasan.
  • Jangan tinggalkan obat di mobil dalam jangka waktu panjang karena suhu tidak stabil.
  • Jangan simpan obat yang telah kadaluarsa.
  • Obat dalam bentuk cair jangan disimpan dalam lemari pendingin (freezer) agar tidak membeku, kecuali disebutkan pada etiket atau kemasan.
  • Sediaan suppositoria harus disimpan di lemari es supaya tidak meleleh.
  • Sediaan aerosol/spray harus dijauhkan dari panas/suhu tinggi karena dapat meledak.
  • Bila ragu/tidak mengerti, tanyakan kepada apoteker atau tenaga kesehatan terdekat

Buang Obat Dengan Benar

  • Obat yang harus dibuang adalah:
    • Obat yang kadaluarsa.
    • Obat yang rusak.
  • Kerusakan obat dapat disebabkan oleh:
    • Udara yang lembab
    • Sinar matahari
    • Suhu
    • Goncangan fisik

Tanda-tanda Obat Rusak

  • Terjadi perubahan:
    • Warna, bau, dan/atau rasa
    • Bentuk: pecah, retak, berlubang, menjadi bubuk
    • Kapsul/puyer/tablet: lembab, lembek, basah, lengket
    • Cairan/salep/krim menjadi keruh, mengental, mengendap, memisah, mengeras
    • Timbul noda, bintik-bintik, gas
  • Wadah/kemasan rusak
  • Etiket tidak terbaca/sobek

Cara Membuang Obat

  • Untuk menghindari penyalahgunaan obat rusak/kadaluarsa/ bekas wadah obat:
    • Botol/ pot plastik: lepaskan etiket dan buka tutup botol/pot terlebih dahulu, baru dibuang ke tempat sampah.
    • Boks/ dos/ tube: gunting terlebih dahulu, baru dibuang ke tempat sampah.
  • Obat juga dapat dibuang dengan cara:
    • Kemasan dibuka, lalu dipendam dalam-dalam.
    • Dibakar, pastikan pembakaran memusnahkan seluruh obat

KESIMPULAN

  • Obat merupakan sarana atau komoditi kesehatan yang dapat memberikan manfaat apabila cara mendapatkan, cara menggunakan, cara menyimpan dan cara membuang dilakukan dengan benar.
  • Masyarakat banyak yang belum memahami masalah terkait obat tersebut.
  • Semua komponen bangsa, baik organisasi masyarakat, organisasi sosial, organisasi profesi, dan juga masyarakat sendiri harus bersinergi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap obat.

Gerakan Keluarga Sadar Obat merupakan upaya bersama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap obat
melalui sosialisasi
DA GU SI BU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *