Category Archives: Uncategorized

HIPERTENSI

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah ditas normal dalam waktu lama

KLASIFIKASI TEKANAN DARAH

KATEGORI SISTOLIK (mmHg) DIASTOLIK (mmHg)
Normal < 120 < 80
Pre-hipertensi 120-139 80-89
Stadium 1 140-159 90-99
Stadium 2 ≥ 160 ≥ 100

 

PENYEBAB HIPERTENSI

  1. Hipertensi Primer
  • Keturunan
  • Gaya hidup yang tidak sehat (mengkonsumsi tinggi lemak & garam, aktivitas fisik yang rendah, alkohor, merokok
  • Stres
  1. Hipertensi Sekunder
  • Hangguan ginjal
  • Kelainan Hormonal
  • Obat-obatan

GEJALA-GEJALA HIPERTENSI

  1. Sakit kepala
  2. Pusing/migrain
  3. Rasa berat ditengkuk
  4. Sukar tidur
  5. Mata berkunang kunang
  6. Lemah dan lelah
  7. Muka pucat
  8. Suhu tubuh rendah
  9. Dada berdebar-debar dan terasa sesak
  10. Epitaksis (perdarahan hidung)

BAGAIMANA PENGOBATAN HIPERTENSI ?

  1. Diet rendah garam dan rendah lemak
  2. Berhenti merokok dan mengkonsumsi alkohol
  3. Latihan Jasmani (Olahraga) dan mempertahankan berat badan normal
  4. Obat-obatan (diuretic, neta bloker, pengganti kalium, penghambat saluran kalsium, ACE inhibitor)

DIET RENDAH GARAM

  • Diberikan kepada penderita hipertensi atau penderita penimbunan cairan/ natrium dalam tubuh (oedema)
  • Dilakukan pembatasan konsumsi makanan yang mengandung atau yang diolah dengan garam natrium
  • Garam natrium dapat berada dalam bahan makanan secara alamiah atau ditambahkan pada saat pengolahan seperti garam dapur, vaksin, soda kue, dan bahan pengawet buah / daging

TUJUAN

  • Membantu menurunkan tekanan darah tinggi
  • Membantu mengurangi timbunan cairan/ natrium dalam jaringan tubuh

PRINSIP

  • Membatasi bahan makanan yang mengandung tinggi natrium atau yang diolah dengan natrium
  • Menghindari atau mengurangi penggunaan garan natrium dalam pengolahan makanan

BAHAN MAKANAN YANG TIDAK DIPERBOLEHKAN

Semua bahan makanan yang diberi garam natrium pada saat pengolahan, seperti :

  1. Roti, biskuit, krackers, cake, dan kue yang dimasak dengan garam dapur atau soda kue
  2. Jeroan, dendeng, abon, corned beef, daging asap, ikan asin, pindang, sarden, ebi, udang kering, dan telor asin
  3. Keju, margarine, mentega asin
  4. Garam dapur, vetsin, soda kue, maggi, kecap, terasi, petis, tauco
  5. Coklat, minuman bersoda
  6. Daging berlemak ( daging kambing dan daging babi )

BAHAN MAKANAN YANG DIPERBOLEHKAN

Semua bahan makanan segar atau yang diolah tanpa garam natrium, seperti :

  1. Beras, ketan, ubi, mi tawar, maizena, hunkwee, terigu, gula pasir
  2. Kacang-kacangan dan hasil olahannya seperti kacang hijau, kacang merah, kacang tanah, kacang tolo, tempe, tahu, oncom
  3. Minyak goreng, margarine tanpa garam
  4. Semua bumbu-bumbu segar (bawang merah, bawang putih, jahe, kunir, daun salam, daun jeruk, dll)
  5. Kopi, teh, sirup, sari buah

BAHAN MAKANAN YANG HARUS DIBATASI

  1. Daging, ayam, ikan paling banyak 100 gr/ hari
  2. Telur paling banyak 1 butir/ hari
  3. Susu paling banyak 2 gelas/ hari

CONTOH MENU

PAGI : Nasi, Telur ceplok, tumis kangkung

SIANG : Nasi, Sambel goreng tempe, Sayur lodeh, Pepaya

SORE : Nasi, Pepes Ikan, Tahu goreng, Urap kacang panjang dan taoge, Pisang

PENGGUNAAN OBAT YANG BENAR

Oleh : Novitri W, S. Farm, Apt

DA GU SI BU

OBAT . . . . . .

MADU atau RACUN ?

  • Dalam pengobatan, obat dapat digunakan untuk pencegahan, penyembuhan, pemulihan, dan peningkatan kesehatan.
  • Namun obat adalah senyawa kimia yang dapat bekerja sebagai racun, sehingga obat harus digunakan dalam dosis yang tepat dan dengan cara yang benar.

AGAR OBAT MEMBERIKAN MANFAAT DAN KEAMANAN BAGI ANDA

  1. Dapatkan Obat Dengan Benar
  2. Gunakan Obat Dengan Benar
  3. Simpan Obat Dengan Benar
  4. Buang Obat Dengan Benar

Dapatkan Obat Dengan Benar

  • Obat dapat diperoleh masyarakat dari sarana pelayanan kefarmasian yaitu:
    • Apotik
    • Toko obat berijin
    • Rumah Sakit
    • Puskesmas

dengan memperhatikan ketentuan perundang-undangan

  • Pada waktu menerima obat perlu dilakukan:
    • Pemeriksaan penandaan kemasan obat.
    • Pemeriksaan kualitas kemasan

Penggolongan Obat

Obat bebas (Berlogo Hijau) :

  • Dapat dibeli tanpa resep
  • Di apotik & toko obat berijin

Obat bebas terbatas (Berlogo Biru) :

  • Dapat dibeli tanpa resep
  • Di apotik & toko obat berijin

Obat keras (Berlogo Merah):

  • Harus dengan resep
  • Di apotik

Psikotropika:

  • Harus dengan resep
  • Di apotik

Narkotika:

  • Hanya dengan resep
  • Di apotik

Penandaan Kemasan Obat

  • Nama obat dan/atau merek dagang
  • Nama produsen
  • Komposisi obat
  • Tata cara penggunaan
  • Peringatan/ Efek samping
  • Batas kadaluarsa
  • Nomor batch
  • Penandaan gologan obat
  • Nomor registrasi obat

Pemeriksaan Kualitas Kemasan

  • Segel obat: segel obat palsu biasanya tidak rapi.
  • Keutuhan kemasan: kemasan obat palsu biasanya tidak utuh, rusak, atau bocor
  • Desain kemasan: desain obat palsu biasanya berbeda dari produk asli dalam hal warna, gambar, ukuran huruf, dan logo.
  • Kualitas printing: kualitas printing obat palsu biasanya lebih pudar
  • Kerapian kemasan: kemasan obat palsu biasanya kurang rapi termasuk dalam memotong dan melipat brosur

Gunakan Obat Dengan Benar

Sebelum menggunakan obat:

  1. Pastikan obat yang akan digunakan sudah betul.
  2. Pastikan obat masih baik.
  3. Baca peringatan dalam kemasan.
  4. Pastikan apakah obat bisa langsung digunakan atau

ada hal tertentu yang harus dilakukan dulu

a.l. dilarutkan dulu dalam air,

  1. Gunakan obat sesuai ketentuan.

Informasi Umum (lanjutan)

  • Sebaiknya tidak melepas etiket dari wadah obat karena pada etiket tercantum cara penggunaan obat dan informasi penting lainnya.
  • Sebaiknya tidak mencampur berbagai jenis obat dalam satu wadah.
  • Hindari menggunakan obat orang lain walaupun gejalanya tampak serupa.
  • Tanyakan kepada apoteker atau petugas kesehatan untuk mendapatkan informasi penggunaan obat yang lebih lengkap.

Informasi Khusus

  • Obat oral dalam bentuk padat (tablet, kaplet, kapsul, tablet salut) umumnya dapat ditelan utuh dengan bantuan air minum.
  • Beberapa obat oral padat perlu perlakuan khusus misalnya:
    • Tablet kunyah: harus dikunyah dulu sebelum ditelan
    • Tablet buih (effervescent): dilarutkan dalam segelas air
    • Tablet hisap : diletakkan di rongga mulut dan dihisap
    • Tablet sublingual: ditaruh di bawah lidah dan tidak untuk ditelan
  • Obat oral dalam bentuk cair (sirup) dikocok dahulu sebelum diminum.

Setelah Menggunakan Obat

  • Perhatikan:

Apakah timbul gejala khusus misalnya mengantuk, gatal, perih lambung, pusing dll.

Bila ya, segera hubungi tenaga kesehatan terdekat

  • Kembalikan obat ke tempatnya semula.

Simpan Obat Dengan Benar

  • Jauhkan obat dari jangkauan anak.
  • Simpan obat dalam kemasan asli dan dalam wadah tertutup rapat. Label jangan dilepas karena berisi aturan pemakaian.
  • Simpan obat di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung atau sesuai petunjuk yang tertera dalam kemasan.
  • Jangan tinggalkan obat di mobil dalam jangka waktu panjang karena suhu tidak stabil.
  • Jangan simpan obat yang telah kadaluarsa.
  • Obat dalam bentuk cair jangan disimpan dalam lemari pendingin (freezer) agar tidak membeku, kecuali disebutkan pada etiket atau kemasan.
  • Sediaan suppositoria harus disimpan di lemari es supaya tidak meleleh.
  • Sediaan aerosol/spray harus dijauhkan dari panas/suhu tinggi karena dapat meledak.
  • Bila ragu/tidak mengerti, tanyakan kepada apoteker atau tenaga kesehatan terdekat

Buang Obat Dengan Benar

  • Obat yang harus dibuang adalah:
    • Obat yang kadaluarsa.
    • Obat yang rusak.
  • Kerusakan obat dapat disebabkan oleh:
    • Udara yang lembab
    • Sinar matahari
    • Suhu
    • Goncangan fisik

Tanda-tanda Obat Rusak

  • Terjadi perubahan:
    • Warna, bau, dan/atau rasa
    • Bentuk: pecah, retak, berlubang, menjadi bubuk
    • Kapsul/puyer/tablet: lembab, lembek, basah, lengket
    • Cairan/salep/krim menjadi keruh, mengental, mengendap, memisah, mengeras
    • Timbul noda, bintik-bintik, gas
  • Wadah/kemasan rusak
  • Etiket tidak terbaca/sobek

Cara Membuang Obat

  • Untuk menghindari penyalahgunaan obat rusak/kadaluarsa/ bekas wadah obat:
    • Botol/ pot plastik: lepaskan etiket dan buka tutup botol/pot terlebih dahulu, baru dibuang ke tempat sampah.
    • Boks/ dos/ tube: gunting terlebih dahulu, baru dibuang ke tempat sampah.
  • Obat juga dapat dibuang dengan cara:
    • Kemasan dibuka, lalu dipendam dalam-dalam.
    • Dibakar, pastikan pembakaran memusnahkan seluruh obat

KESIMPULAN

  • Obat merupakan sarana atau komoditi kesehatan yang dapat memberikan manfaat apabila cara mendapatkan, cara menggunakan, cara menyimpan dan cara membuang dilakukan dengan benar.
  • Masyarakat banyak yang belum memahami masalah terkait obat tersebut.
  • Semua komponen bangsa, baik organisasi masyarakat, organisasi sosial, organisasi profesi, dan juga masyarakat sendiri harus bersinergi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap obat.

Gerakan Keluarga Sadar Obat merupakan upaya bersama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap obat
melalui sosialisasi
DA GU SI BU

PAINLESS LABOUR

Oleh dr. Ika Maret Tania, Sp.OG
RS Aisyiyah Bojonegoro

Apa itu painless labour?

Proses persalinan dengan mengurangi rasa sakit saat kontraksi.
Caranya bagaimana?
1. ILA (Intrathecal Labour Analgesia)
Dengan teknik menyuntikkan obat penghilang rasa sakit ke dalam ruang spinal (saraf tulang belakang) ibu saat persalinan pembukaan ≥4 cm (fase aktif). Setelah obat disuntikkan, ibu tetap sadar, namun tidak bisa lagi berjalan-jalan. Selebihnya persalinan akan berlangsung seperti persalinan normal biasa.
Kelemahannya waktu kerja terbatas karena dosis yang diberikan kecil dan tidak bisa ditambah, yaitu 4 jam, diharapkan bayi lahir dalam waktu tersebut.
2. ELA (Epidural Labor Analgesia)
Dengan teknik menyuntikkan obat penghilang rasa sakit melalui kateter kecil ke rongga epidural (bagian belakang ruang spinal) ibu.
Perbedaannya dengan ILA, pada tindakan ini menggunakan kateter epidural yang berfungsi untuk menambahkan obat penghilang rasa sakit bila efek obat sudah habis namun proses persalinan belum selesai.
Apa keuntungannya?
Rasa sakit selama proses melahirkan dapat diminimalkan.
Penelitian selama 20 tahun tidak menemukan efek buruk terhadap janin.
Ibu masih dapat melakukan IMD (Inisiasi Menyusu Dini).
Adakah kerugiannya?
Komplikasi yang umum terjadi adalah mual, muntah, penurunan tekanan darah, dan sakit kepala.
Proses persalinan lama sehingga meningkatkan penggunaan oksitosin dan instrumen vakum.
Sebelum melakukan painless labour, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis kandungan dan dokter spesialis anestesi.

Download Materi Kelas Edukasi Postnatal

img_0852

img_0864

img_0883

fases-bayi

hak-ibu-bekerja-untuk-menyusui

hari-hari-pertama-masa-penyesuaian

teknik-memerahmenyimpan-dan-memberikan-asi

tips-sukses-menyusui

LAPAROSKOPI

elapa2

laparoskopi işlemi

RS Aisyiyah Bojonegoro telah menyediakan layanan Operasi dengan teknik Laparoskopi yang didukung oleh ahli tenaga bedah umum dan peralatan yang canggih
Laparoskopi adalah tindakan bedah yang tidak membutuhkan sayatan lebar karena menggunakan alat bantu kecil yang dimasukan ke dalam Rongga Abdomen (Rongga Perut) dan dapat dilihat melalui Monitor Televisi
Tindakan ini merupakan tindakan minimal invasif dengan sayatan luka operasi dibuat sangat kecil 0,5 cm 1 cm
Rumah Sakit Aisyiyah melayani beberapa operasi dengan teknik Laparoskopi diantaranya :

– APENDISITIS
– HERNIA
– BATU EMPEDU

KEUNTUNGAN LAPAROSKOPI

– Luka bekas operasi kecil
– Rasa nyeri minimal
– Mengurangi resiko pendarahan
– Mengurangi resiko perlengketan organ dalam perut
– Pemulihan dan peyembuhan lebih cepat dan cepat kembali menjalani aktifitas normal